Breaking news

Berita Terbaru

More +
Pelajar SMK Bandung Berbagi Ilmu Coding di Thailand

3 jam lalu

JAKARTA (simdik.info) -- Meski masih berstatus pelajar, anak-anak SMK Medikacom Bandung ini patut diacungi jempol. Sebab, mereka sudah dipercaya untuk berbagai ilmu coding sampai ke Thailand.
Anak-anak SMK tersebut merupakan bagian dari sekolah binaan Axioo Class Program.

Olimpiade Nasional TIK dan Seminar Tekankan Pendekatan Belajar Sambil Bermain

8 jam lalu

JAKARTA (simdik.info) -- Olimpiade Nasional Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) tingkat pelajar dan seminar bagi para guru dan orangtua terkait topik TIK mulai digelar, Kamis (5/5/2016).
Kegiatan terebut diselenggaraan Komunitas Guru TIK

1.140 pelajar SMP di Papua hadapi UNBK

8 jam lalu

JAYAPURA (simdik.info) -- Sebanyak 1.140 pelajar sekolah menengah pertama (SMP) di Papua bersiap menghadapi ujian nasional berbasis komputer (UNBK) yang dilaksanakan serentak pada 9 hingga 12 Mei 2016.
Sekretaris Ujian Akhir Sekolah/Ujian Nasional (UAS/UN) Dinas Pendidikan Papua, Bedjo

Sosok Inspiratif

More +
Ki Hajar Dewantara Bapak Pendidikan Nasional


Pahlawan Indonesia. Tokoh berikut ini dikenal sebagai pelopor pendidikan untuk masyarakat pribumi di Indonesia ketika masih dalam masa penjajahan Kolonial Belanda. Mengenai profil Ki Hajar Dewantara sendiri, beliau terlahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soerjaningrat yang kemudian kita kenal sebagai Ki Hadjar Dewantara. Beliau sendiri lahir di Kota Yogyakarta, pada tanggal 2 Mei 1889, Hari kelahirannya kemudian diperingati setiap tahun oleh Bangsa Indonesia sebagai Hari Pendidikan Nasional. Beliau sendiri terlahir dari keluarga Bangsawan, ia merupakan anak dari GPH Soerjaningrat, yang merupakan cucu dari Pakualam III. Terlahir sebagai bangsawan maka beliau berhak memperoleh pendidikan untuk para kaum bangsawan.

Mulai Bersekolah dan Menjadi Wartawan
Ia pertama kali bersekolah di ELS yaitu Sekolah Dasar untuk anak-anak Eropa/Belanda dan juga kaum bangsawan. Selepas dari ELS ia kemudian melanjutkan pendidikannya di STOVIA yaitu sekolah yang dibuat untuk pendidikan dokter pribumi di kota Batavia pada masa kolonial Hindia Belanda, yang kini dikenal sebagai fakultas kedokteran Universitas Indonesia. Meskipun bersekolah di STOVIA, Ki Hadjar Dewantara tidak sampai tamat sebab ia menderita sakit ketika itu.